
Setelah sekitar sebulan dirawat di lantai 5 RSPP akibat kegagalan multiorgan, hari ini, minggu 27 Januari 2008, H.M. Soeharto meninggal dunia. Sesuai konferensi pers di lantai 3 yang dihadiri tim dokter Pak Harto, Mbak Tutut, Mbak Titik, dan Mas Sigit, beliau meninggal pada pukul 1310 GMT+7. Sebelumnya sekitar pukul 10an beliau sudah dikabarkan kritis parah, organ pernafasannya 100% bergantung pada respirator.
Saya yang cuma bisa ngeliat liwat TV jadi miris. Satu-satunya orang yang pas jaman saya SD namanya gak pernah diganti di buku UUD ‘45. Kondisinya yang naik turun, kadang kritis kadang stabil, hari ini udah jadi mayat kaku, dikerubutin orang-orang yang pengen ngeliat terakhir kalinya mantan junjungan mereka. Polisi, PM, Kopassus, TNI, pejabat busuk, copet, tukang asongan, wartawan, semuanya berebut pengen tau.
Jalanan ditutup biar steril, Masjid di TMII disiapin buat sholat jenazah, Bandara disiapin juga, ribuan orang bergiliran menyolati jenazahnya, Astana Giribangun mulai berbenah menyambut jasad Pak Harto, alam pun memberikan isyaratnya, Indonesia berkabung. Semuanya bersiap-siap untuk melepas kepergian Pak Harto.
Pak Harto banyak banget jasanya buat Indonesia, tapi dosanya juga ngga sedikit. Buat mereka yang masih belum terima, sebaiknya diikhlaskan saja, apapun itu, karena ngga baik mempermasalahkan sesuatu dengan orang yang udah ngga ada. Terima kasih Pak Harto, saya dengan segenap hati mengucapkan salam perpisahan ini dengan tulus, doa dan semuanya saya panjatkan demi kebaikan bersama. Amin.
Salam dari kami yang masih hidup untuk mereka yang sudah tak bisa lagi menikmati sesendok nasi dan seteguk air, sampai jumpa lagi di Neraka.
Selamat Jalan Pak Harto
- Foto-foto Pak Harto bisa diliat disini
- Sekilas Pak Harto bisa diliat disini
- Soeharto Media Center














Katanya...